oleh

11/7 13:18] Ichal 2: Didampingi Sekda Tolikara,Bupati Usman Wanimbo Serahkan DPA TA 2021

TOLIKARA, REFORTASE.com – Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo,SE,M.Si menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran DPA tahun 2021 kepada Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah OPD. Penyerahan itu dilakukan di Aula Kantor Bupati Tolikara di Igari Jumat,9/7/2021 kemarin.

Bupati Usman G. Wanimbo,SE,M.Si dalam arahannya mengatakan saat ini wabah virus corona Covid-19 melanda seluruh tanah air Indonesia,membuat para Aparat Sipil Negara ASN tidak bisa bekerja maksimal. Apalagi harus jaga keluarga sehingga para ASN beraktifitas dengan kehati-hatian yang tinggi. Selain itu sistem kerja pemerintah saat ini dari manual sudah beralih ke digital sehingga pemerintah daerah dituntut menggunakan Sistem Informasi Pemerintah Daerah SIPD aplikasi on line. Dengan Sistem baru ini semua rincian biaya program harus diimput di aplikasi on line SIPD secara rapi dan tuntas. Karena itu tim telah selesai dan Dokumen Pengelolaan Anggaran DPA 2021 baru bisa dibagikan pertengahan tahun ini juli 2021. Kondisi ini dialami bukan saja Pemkab Tolikara tetapi dialami juga seluruh Indonesia.

“kenapa kita bagi DPA 2021 di pertengahan tahun pada bulan juli 2021. Karena kita menghadapi satu sistem pengelolaan keuangan yang baru dari manual ke digital yaitu SIPD”. Ujar Bupati Usman wanimbo.

Menurutnya sistem digital yaitu Sistem Informasi Pemerintah Daerah SIPD yang baru ini menuntut Pemerintah daerah harus mampu bekerja dengan standar tinggi. Apalagi semua program harus masuk di Aplikasi on line SIPD,dan Laporan fisik Pembangunan dan non fisik Keuangan dan Aset daerah harus melalui on line SIPD. Karena itu tim bekerja lebih keras menyusun dan mengimput program setelah tim menerima pelatihan atau pembimbingan dari instruktur Kemendagri pusat. Kita patut memberikan apresiasi kepada tim,karena dengan kerja keras tim kita bisa menerima DPA dan menjalankan pekerjaan tahun ini 2021.

“saya mohon seluruh masyarakat Tolikara memahami kondisi ini,karena kondisi yang sama dialami seluruh Indonesia”. Jelas Bupati Usman wanimbo.

Ditegaskannya bahwa waktu efektif kerja tinggal sedikit sekira 5 bulan. Karena itu para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah bekerja eksra,kerja cepat dan tuntas mulai bulan juli ini 2021 semua pekerjaan di jalankan.

“saya harap semua pimpinan OPD tidak meninggalkan tempat tugas keluar dari Tolikara. Semua berada di tempat tugas,apabila ada tugas dinas luar daerah perintahkan Staf sesuai bidangNya”. Tegas Bupati Usman Wanimbo.

Bupati Usman G. Wanimbo kembali menegaskan Pemkab Tolikara optimis menerima pengarngahan atau predikat Wajar Tanpa Pengecualian WTP dari tim penilai keuagan dan Aset daerah yaitu Badan Pemeriksa Keuagan BPK RI Perwakilan Papua. Karena semua laporan keuagan dan penataan aset daerah sudah selesai,tinggal tahun lalu lagi rampung. Maka dari itu Pimpinan OPD bekerja dengan penuh disiplin tinggi,dan semua pekerjaan selesai tuntas.

Bupati Usman G. Wanmbo menambahkan anggaran pendapatan belanja daerah berasal dari berbagai sumber. Para pimpinan OPD mampu memilah mana yang harus menjadi prioritas. Misalnya dana Alokasi Khusus DAK,dana ini dari pusat sehingga dikerjakan harus sesuai limit waktu,tetapi karena kondisi sekarang tidak dimungkinkan konsultasi pimpinan untuk ambil langkah tepat.

“bagi pimpinan OPD yang mengelola anggaran DAK harus proaktif bagaimana caranya penyerapan anggaran DAK bisa cepat. Pimpinan OPD harus bantu pihak ketiga yang mengurus pekerjaan itu”. ImbuNya.

Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa ULP Sekda Tolikara diminta memproses administrasi semua kegiatan mulai bulan juli 2021 ini. Apabila pengusaha kesulitan mohon dibantu dan arahkan,terutama pengusaha Orang Asli Papua OAP. ULP harus kerja cepat dengan menetapkan jadwal lelang pekerjaan dalam bulan juni ini 2021.

“kita bekerja fokus,terutama ULP harus kerja cepat dan tuntas. Ada pengusaha OAP kesulitan mohon bantu dan arahkan supaya cepat,kita harus mampu mendidik supaya bisa”. PintaNya.

Bupati Usman G. Wanimbo mengingatkan para pimpinan OPD menerapkan protokol kesehatan di kantor masing-masing. Wajib pakai masker,menjaga jarak,mencuci tangan. Lebih dari itu para Aparat Sipil Negara ASN wajib divaksin,ASN harus beri contoh kepada masyarakat bahwa vaksin aman dan halal.

“vaksin bahan dasar setahu saya dari minyak daging babi,mayoritas warga Tolikara mengonsumsi daging babi jadi sebenarnya warga Tolikara aman dan halal”. HarapNya.
(Diskominfo Tolikara)

Editor: A2W

Komentar