oleh

Polres Jeneponto Berhasil Lumpuhkan Pencuri Ternak

BANGKALA – Seorang pelaku pencurian ternak (Kuda-red) berhasil ditangkap setelah aparat kepolisian melumpuhkan menggunakan timah panas milik tim Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto.

Pelaku yang diketahui bernama Rasang (30) dilumpuhkan karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri saat diminta menunjukkan barang bukti.

Pelaku yang ditangkap di Kampung Mangga’lero, Desa Bontomanai, kecamatan Bangkala, Jeneponto itu tak dapat berbuat apa-apa setelah timah panas bersarang di betis kanan dan di kaki kirinya.

Kanit Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto Aipda Abd Rasyad menjelaskan pelaku sudah menjadi target operasi.

Bahkan, pelaku sudah empat kali digrebek namun dapat melarikan diri.

“Ini keempat kalinya saya grebek, yang sebelumnya Rasang selalu dapat melarikan diri,” kata Ipda Abdul Rasyad, Rabu (9/10/2019) pagi.

“Ia terpaksa kami lumpuhkan karena tak mengindahkan tembakan peringatan dan malah melawan petugas saat kami meminta mununjukkan barang bukti,” pungkasnya.

Usai timah panas bersarang dikakinya, Rasang langsung dibawa ke RSUD Lanto Dg Pasewang untuk menjalai perawatan.

Usai menjalani perawatan, pelaku curnak itu langsung digelandang ke Mapolres Jeneponto untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tim Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto, Kembali meringkus pelaku pencuri ternak kuda. Penangkapan dipimpin Aipda Abd Rasyad ini.

Pelaku Rahman (25), ditangkap di Perumahan Naila Garden kota Palopo.

Rahman, menjadi DPO usai melakukan tindak pidana pencurian ternak bersama 4 rekannya. Dua diantaranya masih buron.

Pria asal Arpal, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto ini ditangkap dengan laporan Polisi LP / B / 213 / VII / 2018/ Sulsel / Res jpt dan Sp. Kap / 63 / VI / 2019 / reskrim.

“Kita telah menangkap satu lagi pelaku pencurian ternak di kota Palopo,” kata Apda Rasyad keTribunJeneponto.com, Minggu (16/6/2019) pagi.

“Pelaku masih satu jaringan dengan pelaku lain La’lang dan Bali yang lebih dulu kami tangkap,” tuturnya.

Rasyad menjelaskan dari hasil introgasi pelaku mengakui perbuatannya.

“Hasil introgasi pelaku mengakui perbuatannya dan saat beraksi empat orang temannya yang La’lang dan Bali sudah ditangkap terlebih dulu,” tuturnya.

Sementara dua lainnya JM dan SMR masih masuk dalam daftar pencarian orang. Rasyad menambahkan dari hasil introgasi hasil curian pelaku di jual kepada NC (DPO) dengan berbagai jenis harga tergantung kondisi ternak.

Berikut daftar kejahatan Bali (40) bersama komplotannya.

  1. Borong Tala, Kecamatan Arungkeke, sebanyak 3 ekor
  2. Alla-alla, Kecamatan Arungkeke sebanyak 6 ekor
  3. Borong Lamu, Kecamatan Arungkeke sebanyak 2 ekor
  4. Pallengu, Kecamatan Arungkeke sebanyak 2 ekor
  5. Bonto Manai Kecamatan Batang sebanyak 1 ekor
  6. Pammisorang, Kecamatan Batang sebanyak 3 ekor
  7. Bongki Galung, Kecamatan Batang sebanyak 3 ekor
  8. Kalumpang Lompoa Kecamatan Arungkeke sebanyak 3 ekor
  9. Bonto Je’ne sebanyak 4 ekor
  10. Pallantikan, Kecamatan Arungkeke sebanyak 3 ekor
  11. Bungeng, Kecamatan Batang sebanyak 2 ekor
  12. Batu Maccing, Kecamatan Batang sebanyak 2 ekor.

Komentar