oleh

Larangan Mudik di Perketak, Ribuan Aparat Gabungan di Terjungkan

MAKASSAR, Refortase.com – Larangan mudik lebaran berlaku mulai hari ini, 6-17 Mei mendatang. Di Sulsel, larangan mudik berlaku di luar daerah Makassar, Maros, Gowa dan Takalar. Kurang lebih 6.000 personel gabungan yang akan turun, terdiri dari personel Dinas Perhubungan Sulsel sekitar 400 lebih, Dinas Perhubungan kabupaten/kota se Sulsel 2.400 orang, dan aparat TNI/Polri 3200 orang.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudiriman Sulaiman mengatakan, substansi kebijakan pelarangan mudik adalah mencegah penyebaran Covid-19, agar tidak terjadi klaster. Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik, ini merupakan tahun kedua pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19. Dikhawatirkan, akan terjadi ledakan kasus seperti pengalaman libur panjang lebaran tahun lalu.

“Hari raya Idulfitri dirayakan mayoritas warga Indonesia, pergerakan masyarakat akan terjadi dalam bentuk kegiatan ibadah, dan kegiatan di sentra ekonomi, destinasi wisata, kegiatan kebudayaan seperti takbir keliling dan halal bi halal. Ini berpotensi melanggar protokol Kesehatan,” ucap Andi Sudiriman Sulaiman saat apel operasi ketupat di Lapangan Karebosi, Rabu (5/5).

Andi Sudirman menambahkan, kepedulian harus ditingkatkan jangan sampai kegiatan Ramadan dan Idulfitri menimbulkan klaster baru. Ia meminta seluruh petugas mempersiapkan diri dan memberikan dedikasi yang terbaik dalam pelaksanan operasi ketupat.

Langkah-langkah yang dilakukan antara lain mendirikan posko terpadu. Posko ini memiliki kelengkapan pemeriksaan swab antigen dan ruang isolasi. Setiap kendaraan yang berlalu lalang akan diperiksa oleh petugas, pengendara yang akan mudik dipastikan tidak lolos. Kendati begitu, ia mengaku banyak masyarakat yang mudik atau curi star di awal.

“Saya juga perintahkan ke lapangan untuk mengawasi perjalanan internasional secara ketat, pastikan pelaksana karantina ditempat yag ditunjuk sesuai manifest pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Sulsel,” tegasnya.

Pengawasan dan pengamanan juga dipusatkan di tempat keramaian, seperti pusat belanja, terminal, bandara pelabuhan, tempat wisata. Untuk antisipasi pelaku perjalanan dalam negeri seger malaksanakan kegiatan pengamanan di posko terminal, bandar udara, pelabuhan dan stasiun.

Kata Andi Sudirman, kebijakan ini dikecualikan bagi pekerja yang berada di wilayah Aglomerasi atau kawasan Maros, Makassar, Gowa, Takalar (Mamminasata). “Mamminasata tentu itu yang akan menjadi tindak lanjut kita. Karena itu arahan dari kementerian,” ujarnya.

Begitu juga bagi ASN, TNI, Polri yang melaksanakan perjalanan dinas. Pengetatan di wilayah-wilayah arus mudik akan ditahan. Kecuali melakukan perjalanan dinas. (*)

Komentar