oleh

Bidang PPPHA Dinsos Wajo Harap Wujudkan SRA

Butuhkan Sedikitnya Sekitar 5 Komponen Yang Perlu Diperhatikan-

SENGKANG, REFORTASE.com – Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak (PPPHA) DINSOSP2KBP3A Kabupaten Wajo mengajak untuk saling bersinergi bekerja sama mewujudkan sekolah mereka menuju SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA).

Andi Satriani, SKM, M. Kes Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak DINSOSP2KBP3A Kabupaten Wajo mengutarakan serta berharap semoga semua unsur dalam satuan pendidikan SMA Neg 3 Wajo bisa bersinergi, bekerja sama mewujudkan sekolah mereka menuju SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA)
Berbagi ilmu dengan satuan pendidikan SMA Negeri 3 Wajo melalui sosialisasi tentang pengembangan Sekolah Ramah Anak yang di inisiasi oleh pihak sekolah.

Sekolah ramah anak adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di satuan pendidikan.
Sekolah ramah anak bukan membuat bangunan baru melainkan membangun paradigma baru dalam mendidik dan mengajar peserta didik untuk menciptakan generasi baru yang tangguh tanpa kekerasan, menumbuhkan kepekaan orang dewasa pada satuan pendidikan untuk memenuhi hak dan melindungi peserta didik. Terangnya

Dalam usaha mewujudkan Sekolah Ramah Anak perlu didukung oleh berbagai pihak antara lain keluarga dan masyarakat yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak. Lingkungan yang mendukung, melindungi memberi rasa aman dan nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri. Kebiasaan anak memiliki kecenderungan meniru, mencoba dan mencari pengakuan akan eksistensinya pada lingkungan tempat mereka tinggal. Lingkungan keluarga sebagai pendidikan yang pertama dan utama bagi anak sehingga keluarga berperan sebagai proteksi ekonomi, sekaligus memberi ruang berekpresi dan berkreasi. Sementara Lingkungan Sekolah berperan melayani kebutuhan anak didik khususnya yang termargin dalam pendidikan peduli keadaan anak sebelum dan sesudah belajar, peduli kesehatan, gizi, dan membantu belajar hidup sehat, menghargai hak-hak anak dan kesetaraan gender, sebagai motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi anak.

Begitupun dengan peran Lingkungan Masyarakat sebagai Sebagai komunitas dan tempat pendidikan setelah keluarga, Menjalin kerjasama dengan sekolah. sebagai penerima output sekolah.
Dalam upaya mewujudkan sekolah Ramah Anak ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan.
Komponen sekolah ramah anak meliputi:

  1. Kebijakan SRA;
  2. Pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak;
  3. Pelaksanaan proses belajar yang ramah anak adanya penerapan disiplin tanpa kekerasan;
  4. Sarana dan prasarana yang ramah anak tidak membahayakan anak, dan mencegah anak agar tidak celaka/terluka;
  5. Partisipasi anak:
    Partisipasi anak meliputi: mengkomunikasikan program sekolah dengan melibatkan anak.

Semoga semua unsur dalam satuan pendidikan SMA Neg 3 Wajo bisa bersinergi, bekerja sama mewujudkan sekolah mereka menuju SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA).Tambahnya. (Erwin)

Editor: A2W


Komentar