oleh

Bupati Bone Tanggapi Pemecatan Guru Honorer Via WA

WATAMPONE Refortase.cm – Pemecatan guru honorer Hervina Via Whatsaap yang mengunggah Gaji di Medsos mendapat perhatian serius dari Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi.

Andi Fahsar berusaha mencari solusi terbaik untuk Hervina. Hal itu terlihat saat Bupati Bone menggelar pertemuan yang dihadiri oleh wakil bupati dan Sekretaris Daerah Bone, kepala dinas dan sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone, pengawas sekolah, dan kepala sekolah SDN 169 Sadar Siti Hamsinah.

“Kami akan mempertemukan semua pihak dan mencari solusi terbaik buat Hervina. Jika perlu kami mencari sekolah untuk Hervina (mengajar) yang dekat dengan tempat tinggalnya,” kata Andi Fashar Padjalangi.

Diberitakan sebelumnya, nasib pilu dialami seorang guru honorer di Kabupaten Bone, Sulsel bernama Hervina. Dia dipecat melalui pesan Whatsaap oleh kepala sekolah 169 Sadar Siti Hamsinah usai pamer gajinya sebesar Rp700.000 hingga viral di media sosial.

Unggahan Hervina itu pun viral dan menampat berbagai tanggapan dari warganet. Tak lama dari unggahan itu, kepala sekolah langsung memecat Hervina. Padahal korban sudah mengabdi selama 16 tahun mengajar.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, juga mengecam pemecatan tersebut. Meski sudah ada klarifikasi dari Dinas Pendidikan Bone bahwa alasan pemberhentian itu karena sudah ada guru PNS yang baru.

“Kasus ini menunjukkan bahwa guru honor sangat lemah dalam perlindungan profesinya,” kata Heru dalam keterangan yang diterima Refortase.com, Minggu (14/2/2021).

Dengan dalih adanya guru PNS yang baru, hal ini menunjukkan bahwa profesi guru honorer sangat rentan dan dapat dipecat sewaktu-waktu.

Padahal korban sudah mengabdi belasan tahun, tak menjadi jaminan diperlakukan secara adil. Selain itu gaji sebesar Rp700.000 yang diterima korban, kata dia, relatif kecil.

Bahkan menurunya jauh dari standar upah minimun regional (UMR). Kepala Sekolah SDN 169 Desa Sadar, Siti Hamsinah mengatakan, pemecatan ini dipastikan bukan karena unggahan gajinya di media sosial. Namun karena sejumlah pertimbangan.

“Pertama karena memang ada dua CPNS guru yang baru masuk. Lalu karena masalah kinerja Hervina selama 2019 yang mulai menurun,” ujarnya.

Kepala SDN 169 Sadar Siti Hamsinah membantah pemecatan terhadap guru honor Hervina gegara unggahannya di media sosial lantaran memposting status di akun Facebook. Dia menegaskan pemecatan terhadap Hervina karena ada penempatan dua CPNS di sekolahnya.

Selain itu, kata Siti Hamsinah, berdasarkan evaluasi kinerja Hervina kurang baik. Bahkan pada 2019, Hervina tidak pernah hadir di SDN 169 Sadar, Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

“Setelah melihat unggahan di media sosial tersebut, saya berusaha menelepon Hervina namun tidak mengangkat. Sehingga saya mengambil inisiatif untuk mengirimkan SMS melalui telpon genggam suaminya,” kata Siti, Sabtu (13/2/2021).

Sedangkan dari video amatir, Hervina, guru honorer SDN 169 Sadar mengatakan, unggahannya di media sosial tersebut semata-mata sebagai rasa syukur dan ucapan terima kasih pada kepala sekolah karena telah memberikan gaji empat bulan sebesar Rp700.000.

Hervina pun mengaku mulai bekerja sebagai tenaga honorer di sekolah tersebut sejak 2005 silam. Namun pada 2014, dia pergi ke Kalimantan mengikuti suaminya dan kembali ke Bone pada 2017.
Hervina kemudian kembali mengajar di SDN 169 Sadar tersebut karena namanya masih tercatat sebagai tenaga pengajar.

Penulis : Adhy

Komentar