oleh

DPRD Banjarnegara Bakal Bentuk Pansus Soal Pengadaan Kalender Rp 2,1 M

BANJARNEGARA, Refortasae.com – DPRD Banjarnegara berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait pengadaan kalender dengan total anggaran mencapai Rp 2,1 miliar.
Ketua DPRD Banjarnegara Ismawan Setyo Handoko mengungkap informasi perihal pengadaan kalender tersebut masih belum lengkap.
“Masih ada informasi yang belum jelas terkait pengadaan kalender ini. Sehingga kami putuskan untuk membentuk Pansus. Kami agendakan pada hari Senin (7/6/2020) besok,” kata Ismawan Setyo Handoko, Sabtu (6/6/2020).

Ismawan mengungkap DPRD Banjarnegara telah meminta keterangan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas serta rekanan. Namun, Ismawan menilai masih perlu dilakukan penggalian informasi lebih terkait pengadaan kalender dengan total anggaran mencapai Rp 2,1 miliar itu. Termasuk soal pengadaan kalender yang dilakukan hanya kepada 1 rekanan dari 35 total Puskesmas yang ada di Banjarnegara.

“Setelah Pansus, nanti kita bicara lebih banyak. Yang perlu digarisbawahi kami sudah berkunjung ke rekanan, kaitannya administrasi kelengkapan syarat-syarat pengadaan kurang begitu lengkap. Surat pesanan belum diterima rekanan, puskesmas sebagian belum membuat itu, sehingga bagaimana ceritanya ketika itu belum dibuat barang itu sudah ada, sudah didistribusikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ismawan mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut dari audiensi DPRD dengan 20 Kepala Puskesmas di Banjarnegara yang digelar pada Selasa (2/6).

“Mereka ingin bertemu dengan kami untuk menyampaikan beberapa hal kaitannya janggal dengan pengadaan kalender yang nilainya fantastis mencapai Rp 2,1 miliar. Sehingga mereka meminta bantuan kepada kami, tentunya mereka bisa jadi bersalah karena kesalahan prosedur yang sebenarnya versi mereka karena mereka tidak tahu,” ujarnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara dr Ahmad Setiawan memastikan jika anggaran pengadaan kalender tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik, bukan dana APBD.

“Proses pengadaan, Puskesmas yang melaksanakan. Saya serahkan proses perbedaan pendapat silahkan. Saya bilang bahwa proses ini DAK non fisik bukan APBD. Dan ini draft awal, sehingga ketika ada (anggaran) geser-geser itu, digunakan untuk COVID-19, COVID-19 kan tidak semuanya,” tuturnya kemarin.

Ia menyampaikan, sasaran penerima kalender adalah setiap rumah tangga yang ada di Banjarnegara. Media promosi ini dinilai lebih bisa dilihat masyarakat dibanding poster, leaflet dan lainnya.

“Aku tidak bisa ngomong ini kalender kenapa, supaya yang bisa dilihat masyarakat apa? Poster tidak pernah ditempel, dulu pernah membuat, juga leaflet. Tujuannya nomor-nomor penting dan pelayanan kesehatan tiap Puskesmas,” jelasnya.

Komentar