oleh

DPRD Pinrang Beri Peringatan Para Tengkulak Gabah


PINRANG, Refortase.com – DPRD Kabupaten Pinrang memberi peringatan bagi para tengkulak yang memainkan timbangan saat membeli gabah petani.

Hal itu disampaikan Komisi II DPRD Kabupaten Pinrang saat menerima aspirasi dari Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi) Kabupaten Pinrang terkait adanya pemotongan timbangan yang dilakukan oknum tengkulak. Senin (28/10).
Wakil Ketua Komisi II, Hastan Mattanete, ST.,MP, mengaku akan melaporkan keluhan petani kepada ketua DPRD dan Polres Sidrap untuk menindak pelaku tengkulak yang mencurangi petani dengan cara melakukan pemotongan timbangan hingga 6 kilo dalam perkarungnya.


Sementara itu, Wahyu Kamaruddin, Sekretaris Perpadi Pinrang mengungkapkan pemotongan yang dilakukan oknum tengkulak itu sangat merugikan petani.


Dalam rapat tersebut, Ketua Perpadi Sulsel Andi Pallawagau membenarkan adanya pemotongan itu. Hal itu diketahuinya saat masyarakat mengadukan ke Perpadi. Hanya saja, lanjut Andi Pallawagau dirinya tidak ingin menyebut oknum tersebut.


Bahkan Sebelumnya, Andi Pallawagau menjelaskan bahwa masyarakat sempat menuding pihak Perpadi melakukan perbuatan keji itu. Namun kenyataanya, pihak Perpadi tidak pernah sama sekali melakukan atau memerintahkan perbuatan yang merugikan petani.


“Ini sangat perlu di klarifikasi. Agar petani tidak salah kaprah,”ujar Andi Pallawagau.
Menurut Andi Pallawagau, bahwa kejadian yang menimpa masyarakat Pinrang itu bukan lagi pemotongan timbangan. Tetapi itu sudah termasuk penipuan.


Lanjut Andi Pallawagau, bahwa kejadian serupa juga pernah terjadi di kabupaten lain. Akan tetapi aparat kepolisian setempat berhasil menindak oknum oknum pelaku. Sehingga kejadian tersebut harus diantisipasi sebelum terjadi.

Lain halnya dikeluhkan salah satu anggota Perpadi yakni Rusman Jawada. Rusman mengeluhkan rencana dibangunnya penggilingan padi raksasa oleh Bulog di Kabupaten Pinrang.


Kata dia, jika penggilingan padi tersebut berhasil di bangun di Kabupaten Pinrang, maka otomatis penggilingan di Pinrang sudah dipastikan satu persatu akan gulung tikar. 

“penggilingan yang ada saat ini saja, lebih 300 buah, tidak berkecukupan, apalagi kalau dibangun lagi penggilingan besar yang kapasitasnya mencapai 10 ton per jam” ungkap Rusman.


Menanggapi hal itu, keresahan Wakil ketua Komisi II, Mulyadi Mustafa,SH, menjelaskan, bahwa sebelumnya Bupati Pinrang, H.A.Irwan Hamid, S.Sos sudah menyampaikan sebelumnya kepada Gubernur Sulsel terkait rencana itu.

Bahwa jika terjadi penggilingan raksasa berdiri di kabupaten Pinrang berarti akan mematikan pelaku pelaku usaha kecil.
Padahal pemerintah kabupaten Pinrang terus berusaha untuk mensejahterakan masyarakat Pinrang.


Penulis : Narwadi

Komentar