oleh

Ibu Baru Melahirkan Menunggu di Pelataran Viral di Medsos. Bupati Langsung Sidak RS

WAJO, Refortase.com – Sebuah video beredar dan viral di media sosial (medsos) Facebook memperlihatkan seorang ibu yang baru melahirkan menunggu di pelataran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Ibu itu sesungguhnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah oleh pihak RS. Akan tetapi, karena bayinya masih berada di ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dia memilih menunggu bukan di tempat yang disediakan.

Unggahan di medsos itu rupanya sampai ke Bupati Wajo, Amran Mahmud. Sosok yang memang terkenal selalu gercep alias gerak cepat terkait persoalan warganya inipun segera menggelar rapat dadakan dan meninjau saat Inspeksi Mendadak (Sidak) di RSUD Lamadukelleng.

Meski hari libur, Amran Mahmud menggelar rapat dengan Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda) Wajo, Kepala Dinas Kesehatan Wajo, dan Direktur RSUD Maddukelleng di ruangan Direktur RSUD Lamaddukkelleng, Minggu (18/7).

Amran Mahmud meminta agar ibu bayi yang anaknya dirawat di NICU dibuatkan ruangan khusus. Di ruangan itu dibuatkan layar supaya orang tua bayi bisa melihat anaknya.

“Meskipun mereka sebenarnya sudah dinyatakan bisa pulang ke rumah, karena bayinya masih membutuhkan perawatan di NICU, pasti mereka akan tetap tinggal. Apalagi yang berdomisili di luar kota,” ucap Amran Mahmud.

“Oleh karena itu kita harus buat ruangan khusus untuk ibu bayi supaya mereka bisa melihat bayinya setiap saat dan agar psikologinya ibunya tidak terganggu,” tambahnya.

Amran pun meminta ruangan yang dibuat nanti dibuat senyaman mungkin. Itu karena dalam perawatan bayi di NICU memerlukan waktu yang tidak sebentar. “Harus ada AC dan WC dalam ruangan supaya ibu bayi tidak tersiksa lagi harus keluar ruangan,” pinta Amran.

Tak hanya itu, Amran Mahmud juga meminta manajemen RSUD Lamaddukelleng terus berbenah meningkatkan pelayanan dan sarana supaya pasien nyaman. “Sebagai rumah sakit pemerintah daerah, kita harus terus berbenah dan meningkatkan pelayanan. Kita tidak boleh kalah dari rumah sakit lainnya,” pesannya.

Sementara, Direktur RSUD Lamaddukelleng, drg. Andi Ela Hafid, mengaku sebenarnya di RSUD Lamaddukkelleng memiliki ruang tunggu keluarga pasien.

“Kami di sini ada empat ruang tunggu keluarga pasien, cuma mungkin karena mereka ingin dekat dengan tempat perawatan bayinya sehingga mereka memilih ‘tinggal’ bukan pada tempat yang disediakan. Petugas kami sudah mengarahkan, namun kadang tidak diindahkan,” ucap mantan Kepala UPTD Puskesmas Salewangeng ini.

“Terkhusus untuk ibu post sectio caesarea dengan bayi yang dirawat di NICU, memang perlu dibuatkan tempat khusus sehingga bisa lebih dekat dengan bayinya. Pertimbangannya kedekatan emosional dan sifatnya yang lebih privasi,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan siap melaksanakan petunjuk dari Bupati Wajo. “Insyaallah, apa yang diinginkan Pak Bupati kami akan laksanakan, termasuk untuk lebih berbenah dan meningkatkan pelayanan. Untuk pembangunan ruangan khusus bagi para ibu yang dirawat bayinya di NICU, kita akan siapkan bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan RSUD Lamaddukkelleng menuju ke lokasi kegiatan selanjutnya, Amran Mahmud menyempatkan diri memantau dan melihat langsung ruang perawatan NICU serta berinteraksi dengan petugas dan ibu-ibu yang menjenguk bayinya. (*)

Komentar