oleh

Kasrem 142/Tatag meletakkan batu pertama pembangunan Gereja

MAMUJU, REFORTASE.com – Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf. Yusuf Sampetoding mewakili Danrem 142/Tatag meletakkan batu pertama Pembangunan Gereja Oikumene di area Korem 142/Tatag. Kamis ( 15/04/21 )

Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf. Yusuf Sampetoding mengatakan, Pembangunan Gereja Oikumene yang dimulai hari ini, pada hakikatnya memiliki dua fungsi yang sangat penting, baik sebagai wahana untuk beribadah juga sebagai tempat mempererat hubungan keakraban satu sama lain.

” Perlu dipahami Gereja ini bukan hanya bangunan fisik yang bersifat duniawi tetapi merupakan perwujudan spiritual bagi umat Nasrani ” kata Danrem dalam amanat tertulisnya.

Lanjut Danrem mengatakan, sehingga harus ditempatkan sesuai dengan peran dan fungsinya secara selaras dan proporsional, yaitu sebagai rumah Tuhan dan juga sebagai tempat pertemuan untuk menjalin hubungan emosional yang erat.

Lebih jauh Danrem mengatakan, disamping fungsinya sebagai tempat ibadah, manfaat lain sebagai sentral untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan

” Selain itu, keberadaan Gereja di Makorem 142/Tatag ini, merupakan sarana yang efektif untuk membangun komunikasi sosial melalui kegiatan keagamaan dengan komponen masyarakat, sekaligus realisasi satuan dalam melaksanakan kegiatan Binter terbatas ” tutup Danrem dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf. Yusuf Sampetoding.

Diketahui Pembangunan Gereja Oikumene ini bukan yang pertama kalinya, karena sebelumnya telah dibangun Gereja dilokasi yang sama, namun menjelang peresmiannya, Gereja tersebut roboh akibat gempa bumi tanggal 15 Januari 2021 yang lalu di Sulawesi Barat.

Turut hadir dalam peletakkan batu pertama Pembangunan Gereja, yakni Kementerian Agama Sulawesi Barat Ayyub, M.Pdk, Pendeta Rodi Sugiharto, ST.S.Th dari Yayasan Mercy Indonesia dan Pdk dari Gereja GPDI Jemaat Persaudaraan Mamuju serta seluruh panitia Pembangunan Gereja oikumene. (AH)

Editor: A2W

Komentar