oleh

Kemenkumham Sulsel Copot Dua Kalapas

MAKASSAR, Refortase.com – Kemenkumham Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi menonaktifkan Kalapas Parepare Zainuddin dan Kalapas Takalar Rasbil. Pencopotan keduanya dalam rangka pemeriksaan terkait dugaan pungutan liar atau pungli.

Kepala Divisi Kemenkumham Sulsel Suprapto mengungkapkan Zainuddin dan Rasbil dinonaktifkan sejak Senin (1/8). Dia mengatakan batas waktu pencopotan keduanya belum ditentukan.

“Sementara kita bebastugaskan dulu sejak hari ini (Senin, 1/8) hingga selesai pemeriksaan keseluruhan,” ungkap Suprapto kepada wartawan di Makassar, Senin (1/8).

Saat ditanya lebih lanjut soal dugaan pungli, Suprapto mengatakan pihaknya belum dapat membeberkan lebih lanjut. Dia mengaku perlu menunggu hasil pendalaman lebih lanjut.

“Jadi sambil menunggu kebenarannya benar atau tidak (pungli). Kalau benar kita tindaklanjuti dengan sanksi,” katanya.
Zainuddin turut menanggapi pencopotan dirinya. Dia mengaku menerima pencopotan dirinya.

“Artinya saya dengan adanya itu (pencopotan) menerima apa adanya,” ungkap Zainuddin saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (1/8).

Zainuddin menjelaskan ia telah dipanggil oleh Kemenkumham Sulsel pada hari ini Senin (1/8) sekitar pukul 10.00 Wita. Namun dia menyebut pemanggilan itu masih bersifat dimintai keterangan biasa, belum masuk kategori pemeriksaan.

“Saya sudah dari sana (Kemenkumham Sulsel). Belum pemeriksaan, hanya dimintai keterangan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pemeriksaan berbeda dengan dimintai keterangan. Dalam proses pemeriksaan ada tim khusus untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.

“Pemeriksaan itu bentuk ada tim khusus untuk melakukan pemeriksaan di lapangan. Jadi belum pemeriksaan,” tegasnya.

Adapun mengenai dugaan pungli, ia mengaku menyerahkan proses pembuktian ke Kemenkumham Sulsel.

“Kita tunggu saja. Pengambilan keputusan pimpinan itulah yang terbaik,” paparnya.

Komentar