oleh

KPPM Pertanyakan Kasus Ambulance Wajo. Dirkrimsus : Tunggu Aja, Kita Tetap Tindak Lanjuti

MAKASSAR, Refortase.com – Dalam rangka menyambut hari Anti korupsi, koalisi perjuangan pemuda mahasiswa (KPPM) menuntut Dirkrimsus Polda Sulsel mengusut tuntas dugaan kasus korupsi dana perubahan mobil layanan masyarakat menjadi ambulance desa di kabupaten wajo.

Dimana sebelumnya pihak KPPM sejak tanggal 16 november 2020 telah melayangkan laporan secara resmi ke polda sulsel terkait hal tersebut,

“kami telah melayangkan laporan secara resmi dan laporan tersebut di terima langsung oleh salah satu penyidik Polda Sulsel, An Rahmatullah dengan nomor 960/B/KPPM/ MAKASSAR/X1/2020 di piket SPKT polda sulawesi selatan(16 November 2020).Terang Muh.Wamil selaku jendral lapangan

Menurutnya laporan yang dilayangkan ke polda sulsel sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak polda.

Menurut keterangan Rahmatullah terkait tindak lanjut laporan kami,beliau akan mengkonfirmasi pada 7 Desember 2020, tepatnya 2 hari yang lalu namun sampai hari ini belum ada kejelasan dan ketegasan yang kami terima”tambahnya.

Oleh sebab itu dirinya berani mengatakan bahwa dirkrimsus polda sulsel lamban dalam menangani kasus ini.

“kami juga meminta kepada Bagian pengawasan penyidikan(Bagwassidik) untuk mengevaluasi kinerja dirkrimsus polda sulsel. Bertepatan hari ini memperingati hari anti korupsi saya selaku jendral lapangan mendesak Dirkrimsus polda sulsel untuk segera mengusut tuntas kasus ini dengan tanpa pandang bulu”Tegasnya.

Bakhan KPPM mengaku akan terus berada di garis terdepan, kami berpegang teguh pada UU Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bebas dan bersih dari kolusi korupsi dan nepotisme,

“Sekiranya keadilan adalah untuk seluruh rakyat indonesia maka kami ada dan terus mengawal,mengecam dan memastikan terwujudnya keadilan tersebut”tutupnya.

Sementara Dirkrimsus Polda Sulsel Kombespol Widony Fedry berjanji akan berjalan dan diproses melalui mekanisme dan aturan yang berlaku.

Dan perlu juga di ketahui bahwa pekerjaan tipikor/Krimsus tak semudah membalikkan telapak tangan.”Dalam 1 bulan rata rata masuk hampir 20 laporan”.kata dia.

“Kita tunggu aja prosesnya. Semua kami tindak lanjuti dan akan proses sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku”.Terang Kombespol Widony Fedri melalui pesan watssapnya yang dikirimkan ke awak media ini.

Penulis : Arw
Editor : Adhy

Komentar