oleh

Lucu Yah ! Hendak Melahirkan di Rumah Sakit, Malah di Rujuk ke Puskesmas

SIDRAP, Refortase.com – Salah satu keluarga pasien di Rumah Sakit Anugrah Pangkajene kabupaten Sidrap, Senin (20/4) malam kecewa atas pelayanan di Rumah sakit Anugrah.

Pasalnya, keluarga pasien yang akan melahirkan di rumah sakit tersebut tidak mendapatkan pelayanan mulai jam 14.00 wita sampai jam 22.00 wita.

Namun, setelah mendapat pelayanan pihak Ruma sakit malah merujuk pasien tersebut ke Puskesmas pangkajene Sidrap.

“Kemanakan kami masuk di RS Anugrah yang sudah dalam kondisi darurat mau melahirkan. Bayangkan pasien tersebut masuk jam 14.00 wita sampai jam 22.00 wita tidak mendapat pelayanan,”ujar Ucu.

Namun, setelah mendapat pelayanan, pihak rumah sakit Anugrah malah merujuknya ke Puskesmas pangkajene. “Kami tidak tahu alasannya dirujuk ke Puskesmas,” kesal Ucu.

Menurut Ucu mengatakan, jika pasien tersebut misalnya ada kendala dalam prosudur masuk di rumah sakit tersebut, pihak rumah sakit harusnya menyampaikannya sebelum atau saat pasien masuk di rumah sakit.

“Bukanya dibuat pasien menunggu sambil merasakan kesakitan. Karena air ketuban pasien sudah pecah,”kata dia.

Padahal kata dia, sanksi pidana bagi rumah sakit yang tidak segera menolong pasien yang sedang dalam keadaan gawat darurat itu berdasarkan Pasal 190 ayat (1) dan (2) UU Kesehatan, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) atau Pasal 85 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Dalam hal perbuatan tersebut mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (*)

Komentar