oleh

Pangdam XIV/Hasanuddin Melepas Satgas Penanggulangan Bencana di Sulbar

MAMUJU, REFORTASE.com – Panglima Komando Daerah Militer XIV / Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, S.E memimpin upacara pelepasan satgas penanggulangan bencana gempa Sulawesi Barat TNI-AD di Dermaga Lanal Mamuju. Sabtu, (13/3/2021).

Menurut Pangdam, hampir dua bulan para prajurit TNI AD yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam melaksanakan misi kemanusiaan untuk membantu penanganan pascagempa 6,2 magnitudo di Mamuju dan Majene.

Dalam kurun waktu tersebut, para prajurit TNI terlibat dalam penanganan kesehatan masyarakat dengan menyediakan fasilitas berupa Rumah Sakit Lapangan, mendirikan posko kesehatan, membuka akses jalan di desa-desa yang terisolir, pendistribusian air bersih kepada warga korban bencana serta pemberian bantuan sembako dan kegiatan lainnya.

“Dengan rasa bangga, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Satgas atas peran yang telah ditunjukkan selama melaksanakan tugas penanggulangan bencana di daerah ini, sebab sendi kehidupan masyarakat di Sulawesi Barat dapat cepat pulih kembali karena adanya peran serta semua pihak termasuk keterlibatan prajurit TNI yang bahu-membahu melaksanakan tugas bantuan kemanusiaan,” ucap Andi Sumangerukka.

Dia juga berterima kasih ke Pemprov. Sulawesi Barat yang telah memberikan dukungan kepada Satgas Penanggulangan Bencana selama di daerah tersebut.

“Kepada segenap anggota Satgas Penanggulangan Bencana, saya ucapkan selamat jalan dan selamat kembali ke satuan masing-masing. Jaga keamanan selama dalam perjalanan di laut mengingat cuaca akhir-akhir ini sering berubah-ubah, salam hormat untuk para Komandan Satuan masing-masing dan keluarga,” pesannya.

Sementara itu ditempat yang sama, usai upacara Pelepasan satgas, Wakil Gubernur Sulawesi Barat Enny Anggraeni Anwar mengatakan, bencana gempa 6,2 magnitudo yang terjadi pada Jumat, 15 Januari 2021 menelan korban jiwa sebanyak 107 orang, luka berat 278 orang, luka ringan 13.025 orang serta sejumlah infrastruktur yang rusak. Baik fasilitas pemerintah, swasta, maupun perumahan masyarakat.

“Dukungan TNI begitu besar karena bukan hanya melakukan evakuasi atau penyelamatan korban, namun yang terpenting juga adalah bantuan alat berat yang membuka akses daerah terisolir yang diakibatkan tanah longsor,” kata Enny.

Upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana dari TNI ini juga ditandai pemberian plakat penghargaan secara simbolis oleh Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen. Andi Sumangerukka,S.E dan Wakil Gubernur Sulbar dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (AH)

Editor: A2W

Komentar