oleh

Pengendara di Mamuju Tengah Bentak Petugas Saat Terjaring Razia Masker

Mamuju Tengah, Refortase.com – Seorang pengendara motor di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) naik pitan saat terjaring razia dalam kondisi tak mengenakan masker. Selasa (3/11/2020) Kemarin.

Bukan hanya marah dan membentak aparat satuan polisi pamong praja yang menghadangnya. Pengendara tersebut bahkan tidak percaya namanya corona.

Dalam video yang beredar berdurasi 1 menit 13 detik, Peristiwa itu diduga terjadi di sekitar Pasar Topoyo, Kecamatan Topoyo.

“Tidak ada itu Corona, Pak, ada yang lebih kuasa dari Corona, Tuhan yang lebih kuasa,” kata pria tersebut.

Sang pria diduga marah lantaran tidak terima disuruh pulang saat terjaring tidak memakai masker.

“Saya hargai Bapak, tapi jangan disuruh pulang, saya keluarga besarku lebih 40 orang dikarantina, tidak adapi yang mati,” ujar sang pria kesal.

Kendati terus marah-marah, petugas Satpol PP yang melakukan operasi, tampak tenang berupaya memberikan penjelasan soal pentingnya penerapan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus Corona. Memakai masker adalah salah satu upaya saling menjaga masyarakat dari paparan virus mematikan tersebut.

Di akhir video terlihat, salah seorang warga tampak berupaya menenangkan sang pria yang terus marah-marah dan mengaku tidak percaya adanya virus Corona tersebut. Pria tersebut lalu dipakaikan masker.

Kepala Satpol PP Kabupaten Mateng Samsiar mengaku mengapresiasi anggotanya lantaran tetap tenang menghadapi warga yang emosi setelah terjaring operasi masker. Dia menilai edukasi perlu terus dilakukan agar masyarakat waspada kepada Corona dan mematuhi imbauan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami salut kepada anggota kami melaksanakan tugas dengan baik tanpa adanya kekerasan, lemah lembut kepada masyarakat. Itu perlu edukasi, pembelajaran pentingnya masyarakat kalau keluar rumah memakai masker, menghindari penyakit berbahaya, penularan COVID-19 kepada masyarakat lain, apalagi Mamuju Tengah sudah termasuk zona merah,” kata Samsiar saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (5/11/2020).

Ditambahkan, operasi digelar berdasarkan peraturan bupati Mateng Nomor 36 Tahun 2020. “Kami Satpol PP adalah penegak perda, salah satunya pelaksanaan operasi yustisi setiap hari,” ucap Samsiar.

Penulis : Sutiyana
Editor : Adhy

Komentar