oleh

Pengusaha Pasar Malam Terkapar Gegara Perekonomian, Bukan Covid-19

WAJO, Refortase.com – Pelaku usaha pasar malam di Kabupaten Wajo merasa terkapar gegera Perekonomian, bukan karena Virus Covid-19.

Kata-kata emosi itu dilontarkan pengusaha pasar malam di kantor DPRD Wajo saat melakukan aksi Damai. Kamis 1/10/2020. Tuntutan mereka, katanya semenjak merebaknya Covid-19, Pihak kepolisian polres wajo mencabut ijin operasional pasar malam.

Namun hingga saat ini, pelaku pengusaha pasar malam sudah tidak tahan lagi terkait larangan tersebut, hingga mereka mengambil tindakan dengan mengadu ke DPRD Wajo.

Pada aksi yang digelar di Kantor Dewan terhormat itu, Kamis 1/10/2020, Pelaku usaha pasar malam meminta agar pihak kepolisian dan Pemerintah setempat untuk membuka kembali ijin operasional pasar malam.

Menurut mereka, semenjak diberlakukan larangan operasional Pasar Malam, perekonomian para pedagang semakin sulit. Mereka bagi pengambil kebijakan enteng saja dalam situasi karena tetap menerima gaji dari negara.

Dengan demikian melalui koordinator aksi Rahmat berharap, agar Kapolres Wajo dan Pemerintah Kabupaten Wajo membuka pintu hatinya untuk memberikan ruang kepada para pedagang pasar malam seperti tempat keramaian lainnya.

“Anda digaji sedangkan kami tidak, kami berhak menafkahi keluarga kami siapa lagi yang bisa bantu kami kalau bukan kalian wahai pilihan rakyat dan kapolres wajo. Jika usaha kami ditutup siapa yang akan menafkahi anak dan istri kami,” ungkapnya.

Ditambahkan Rahmat, jika ini terus berlangsung bagaimana caranya para pedagang menafkahi anak dan isterinya, karena sudah beberapa bulan terakhir sejak diberlakukan aturan tersebut mereka kesulitan mendapatkan biaya hidup.

“Kami juga butuh uang dan penghasilan untuk menafkahi anak dan isteri. Sudah berbulan – bulan modal kerjalah yang kami makan, kami terkapar bukan karena Corona, tapi kami terkapar karena faktor ekonomi kami yang terpuruk,” kata Rahmat.

Diruang Aspirasi Gedung DPRD Kabupaten Wajo, Kasat Intel Polres Wajo, AKP AB Laba yang hadir mewakili Kapolres Wajo, mengatakan bahwa memang ada instruksi dari pimpinan Polri untuk tidak mengeluarkan ijin keramaian saat pandemi Virus Corona 19.

Sehingga pihaknya tidak berani melanggar perintah tidak menerbitkan surat ijin keramaian, yang dinilai sudah sangat bijaksana karena tidak melakukan tindakan berupa proses hukum, tetapi melakukan tindakan persuasif untuk menutup kegiatan.

“Namun permintaan pedagang Pasar Malam agar Kapolres memberikan kebijakan, akan kami laporkan kepada pimpinan kami,” kata AKP AB Laba kepada aspirasitor.

Ketua Tim penerima aspirasi, H Sudirman Meru bersama anggota Legislator lainnya yakni Hairuddin dan Andi Bakti Werang sangat menyambut baik kedatangan para pedagang pasar malam untuk menyampaikan aspirasinya.

Menurut H Sudirman Meru, pihak DPRD Kabupaten Wajo akan mencarikan solusi tanpa harus melabrak aturan yang ada, kedatangan pedagang sudah tepat, jika memang ada telegram dari pimpinan Polri tentang kepatuhan terhadap protokoler kesehatan, tetapi tetap akan dicarikan solusi tanpa melanggar hukum.

“Intinya jangan melanggar aturan protokol kesehatan, apalagi sudah ada Peraturan Bupati tentang penegakan disiplin protokol kesehatan, marilah kita bersama – sama mencarikan solusi,” katanya.

Penulis : A.Wanto

Komentar