oleh

Polres Pasangkayu Ungkap Lima Tersangka Korupsi Program Unggulan Dinas Perkebunan Prop Sulbar Tahun 2013

PASANGKAYU, Refortase.com – Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Pasangkayu berhasil mengungkapan kasus tindak pidana korupsi pengadaan bibit kelapa sawit yang merupakan program unggulan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar Tahun Anggaran (TA) 2013. Hal itu terungkap dalam kegiatan press release yang disampaikan Wakapolres Pasangkayu, Kompol Ade Chandra CY SIk, Jumat 11 September, di Aula Humas Polres Pasangkayu.

Dalam penjelasannya, Wakapolres Pasangkayu mengatakan, tahun 2013 Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar melaksanakan pengadaan bibit kelapa sawit dengan anggaran kurang lebih Rp 2,2 miliar lebih yang bersumber dari APBD perubahan.

Namun, terungkap jika pada tahap pelaksanaan pekerjaan tersebut, tidak dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (Juknis) dan penyaluran bibit kelapa sawit tidak sesuai kontrak. Dimana seharusnya penyalurannya sebanyak 44.720 batang kepada penerima, namun hanya direalisasikan sebanyak 17.890 batang kepada kelompok tani di Pasangkayu.

Senada disampaikan, Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, AKP Pandu Arief Setiawan SH SIk jika pejabat yang berwenang pada saat itu melakukan perbuatan menyalahgunakan wewenang mulai dari proses penentuan pemenang lelang, proses pencairan yang tidak sesuai mekanisme dan tidak melakukan pengawasan ketika kegiatan pengadaan dilaksanakan.

” Adapun modus operandi kelima tersangka yakni Lk.HS (48 th), HM (43 th), SP (59 th), AP (55 th) dan MI (40 th) secara bersama-sama sesuai peran masing-masing melakukan perbuatan melawan hukum mulai tahap perencanaan, penentuan pemenang lelang, pencairan dana, pelaksanaan pengadaan, sampai tahap pengawasan yang tidak dilaksanakan,”jelasnya.

Akibat perbuatan kelima tersangka, negara dirugikan sebesar kurang lebih Rp 912 juta lebih sesuai hasil audit perhitungan kerugian negara BPKP Perwakilan Sulbar.

Aapun barang bukti yang disita adalah uang sebesar Rp 40 juta, beberapa dokumen, surat kuasa, buku tabungan milik tersangka, rekening koran dan SK pejabat yang terkait kegiatan. Atas perbuatannya kelima tersangka
dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Komentar