oleh

Prof Jufri Beberkan Peluang Pendidikan Vokasi Bidang Pariwisata di Seminar Pengembangan Pendidikan

MAKASSAR, Refortase.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Prof Dr Muhammad Jufri menjadi pemateri dalam Seminar Pengembangan Pendidikan Vokasi Bidang Kepariwisataan yang dilakukan oleh Politeknik Pariwisata di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa (29/9).

Seminar yang mengambil tema ‘Reorentasi dan Harmonisasi Pendidikan Vokasi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru’ ini juga menghadirkan pamateri lain yaitu, Ir Denny Irawan Saardi Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi Sulsel, Prof Dr Jasruddin Kepala Kopertis Wilayah 9 Sulawesi, dan Mustafa Wakasek Hubinmas SMKN 4 Makassar.

Prof Jufri mengatakan, sebagai pintu gerbang di Kawasan Timur Indonesia, Sulawesi Selatan bisa dijadikan titik mula berwisata, dan Makassar adalah ibukota yang keberadaannya sudah mendunia.

Objek wisata Sulsel yang sudah mendunia, kata Prof Jufri, antara lain, wisata bahari di Selayar, wisata budaya di Toraja. Demikian pun di Bulukumba ada Kerajinan Perahu Phinisi, dan di Makassar sendiri ada Benteng Rotterdam dan Benteng Sompa Opu yang menjadi saksi bahwa Makassar-Gowa adalah Bandar Internasional untuk komoditas rempah dunia.

Dengan potensi tersebut, Prof Jufri optimistis pendidikan vokasi akan berkembang baik dan tetap eksis, terutama di era kebiasaan baru.

Ia mengatakan, SMK sebagai penyelenggara pendidikan vokasi di Sulsel telah membuka 9 bidang keahlian. Salah satunya adalah bidang pariwisata sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan industri pariwisata, supaya lulusan SMK dapat bekerja dan membuka lapangan kerja baru di bidang pariwisata.

Saat ini, Prof Jufri sedang konsentrasi melakukan pengembangan pendidikan vokasi dengan mencanankan one student one product, yaitu setiap peserta didik dituntut untuk menciptakan satu produk keterampilan selama belajar di SMK.

Demikian pun ditingkat sekolah, Prof Jufri juga menggelindingkan program One School One Product, setiap sekolah dituntut untuk menciptakan produk unggulan sekolahnya yang menjadi cirri khasnya.

Prof Jufri juga memacu semua guru untuk berinovasi dalam program, One Teacher One Innovation, yaitu setiap guru dituntut untuk inovatif baik dalam proses pembelajaran maupun dalam menciptakan inovasi produk.

Komentar