oleh

Proyek Pasar Peneki Disoal

-Terkait Soal Material Dan Bahan Yang Diindikasi Tak Sesuai Spek-

WAJO, Refortase.com — Proyek pembangunan pasar rakyat Peneki Kecamatan Takkalalla Kabupaten Wajo yang saat ini proses pekerjaan tengah berjalan oleh pihak rekanan kontraktor yang dianggarkan senilai rp 2,6 milliar lebih disoal dan tuai sorotan. 

Pasalnya proyek yang dianggarkan melalui anggaran apbn melalui dinas Diskoperindag Wajo tahun 2020 dengan waktu 90 hari kalender mulai 24 September hingga 22 Desember 2020 tahun ini. 

Pasalnya sejumlah indikasi yang ditemukan saat sejumlah tim dari Lembaga Pemantau Dan Kebijakan Publik (BPKP) Kabupaten Wajo yang turun lansung melihat kondisi dilapangan lokasi pekerjaan proyek pasar tersebut,  ditemukan sejumlah kejanggalan yang ditemukan. 

Antaranya soal legalitas resmi lahan pasar yang dijadikan pembangunan lokasi pasar dan juga soal material dan mutu serta kwalitas bahan campuran bangunan yang digunakan. Misalnya batu pondasi yang yang digunakan itu diindikasi gunakan batu bekas pondasi dan juga soal batu material yang seharusnya dab hanya seperti batu pondasinya dari batu kapur asal dari Bone,  dimana seharusnya itu biasanya harus gunakan batu pondasi asal Soppeng atau Sidrap. 

Tak hanya itu soal mutu dan kwalitas bahan campuran yang digunakan patut juga diindikasi tidak sesuai dengan rab dan kontrak kerja dengan rekanan yang tertuang.Karena kami lihat secara lansung dilokasi itu campuranya agak kurang dan banyak yang berongga dan kedalaman galian pondasi juga patut dipertanyakan. 

Juga soal pekerjaan slop dan tiang dinding bangunan proyek pasar tersebut dan ini tentu jadi perhatian dan atensi untuk dikawal dan jangan sampai merugikan uang negara dan mengarah unsur tindakan korupsi. 

“Banyak dugaan indikasi yang dianggap tidak sesuai dilapangan dengan pekerjaanya,  baik material batu pondasi, slop dan tiang dinding juga galian kedalaman pondasinya serta mutu dan kwalitas pekerjaanya”. Ungkap Ketua BPKP Wajo,  Andi Sumitro

Salah satu warga sekitar dan juga pihak pekerja tukang bangunan yang ditemui saat dilokasi pekerjaan juga mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda dan membenarkan hal tersebut diatas dan mengatakan kalau kami hanya pekerja dan yang lebih berhak itu pak dan tahu semuanya adalah rekanan kontraktornya. Kata warga dan pekerja proyek tersebut dan enggang beberkan namanya.

Sementara pihak rekanan atau kontraktor yang coba dihubungi untuk dimintai tanggapan dan klarifikasi seputar hal tersebut diatas hingga berita ini diturunkan bel berhasil sama sekali dan juga termasuk dengan PPK dinas Diskoperindag Wajo juga belum berhasil ditemui untuk tanggapan dan klarifikasi seputar tanggung jawab dalam proyek pekerjaan pelaksanaan pasar Peneki Kecamatan Takkalalla Kabupaten Wajo. 


Komentar