oleh

Rancangan Awal RKPD 2022, Pemkab Sidrap Lakukan Forum Konsultasi Publik

SIDRAP, Refortase.com – Sebagai tahapan penyusunan RKPD Pemkab Sidrap menggelar Forum Konsultasi Publik. Kamis (11/2/2021) di Aula Kompleks SKPD Sidrap.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sidrap, Andi Faisal Ranggong saat membuka Forum untuk menampung aspirasi dari semua pemangku kepentingan perencanaan pembangunan daerah itu berharap stakeholder dan pemangku kepentingan melakukan formulasi kebijakan dan strategi untuk percepatan pemulihan ekonomi.

Kata dia, peran pemda sidrap melalui terobosan di beberapa sektor potensial, diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

“Sidenreng Rappang merupakan salah satu kabupaten yang berpotensi besar sebagai penggerak ekonomi. Pengembangan sektor pertanian, peternakan dan pariwisata merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang,” jelas Andi Faisal.

Sementara Ketua Panitia, Aldi Lukman menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian tahapan yang dilaksanakan dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahunan sebelum perumusan rancangan akhir RKPD 2022.

“Ini berdasarkan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 pasal 80 bahwa Rancangan Awal RKPD dibahas dengan para pemangku kepentingan melalui forum konsultasi publik yang melibatkan perangkat daerah dan pemangku kepentingan,” papar Adli.

Forum ini, lanjut Adli, bertujuan untuk memperoleh masukan penyempurnaan rancangan awal RKPD. “Hasilnya akan dirumuskan dalam berita acara kesepakatan yang ditandatangani setiap unsur yang mewakili pemangku kepentingan, dan akan digunakan sebagai penyempurnaan rancangan awal RKPD,” urainya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sidrap, Andi Muhammad Arsjad, dan Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Muhammad Subhan tampil membawakan materi.

Adapun peserta forum tersebut yakni para kepala OPD, para pimpinan instansi vertikal dan BUMN, serta perwakilan organisasi masyarakat, akademisi, asosiasi dan dunia usaha.

Komentar