oleh

Satgas Covid19 Kabupaten Barru : Virus Corona Bukan Fiksi tapi Nyata

BARRU, REFORTASE.com – Satuan Tugas (Satgas) Covid19 Kabupaten Barru, tak henti hentinya melakukan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya Virus Corona atau Covid-19.

Virus ini sudah menjadi wabah atau Pandemi global. Tercatat jutaan orang meninggal akibat terpapar Virus ini.

Di Kabupaten Barru berdasarkan data dari Satgas Covid19, ratusan orang sudah terpapar bahkan ada yang meninggal dunia karena terinfeksi Virus yang mematikan ini.

Koordinator Satgas Covid19 Kabupaten Barru, Darwis mengatakan bahwa kondisi saat ini sangat memprihatinkan, dimana jumlah yang terpapar terus mengalami peningkatan.

“Masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menerapkan Protokol Kesehatan menjadi salah satu penyebab virus ini cepat menular,” kata Darwis melalui WhatsApp pada Jumat (29/1).

Menurut Darwis, penularan terbanyak saat ini menimpa klaster keluarga. Satu orang terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain. Fakta saat ini, paling banyak yang terpapar adalah usia muda di umur 40 tahun kebawah dan itu adalah kaum perempuan usia produktif, tapi paling banyak meninggal kurang lebih 13 orang adalah usia tua atau usia lanjut di atas usia 50 tahun keatas dan memiliki penyakit pengorbit atau biasa kita sebut penyerta.

“Teman-teman, saudara-saudaraku semua ini bukan fiksi dan bukan sekadar angka statistik yang setiap hari kita rilis angka-angka terkopirmasi positif, sembuh dan meninggal. Ini akhir dari sebuah perjalanan anak manusia yang diterpa wabah. Bermula dari tertular COVID-19 dan berujung pada kematian. Janganlah jadi penular. jadilah bagian mencegah penularan,” ucapnya.

Darwis menambahkan, untuk menahan laju peningkatan kasus positif Covid19 diperlukan kesadaran dan perhatian dari seluruh masyarakat, agar disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan. Kurangi kegiatan/aktifitas di luar rumah, kecuali kegiatan mendesak dan mendasar. Saat pulang, maka taati protokol kesehatan. Mencuci tangan, memakai masker dan hindari kontak fisik dengan keluarga.

“Pakai masker itu tidak nyaman/risih, tapi ingatlah, terkena COVID-19 itu jauh lebih tidak nyaman. Berjarak, tak bersalaman dengan keluarga itu terasa aneh, tapi ingatlah terpisah untuk isolasi bahkan berpisah selamanya itu jauh amat tidak nyaman,” ujarnya.

Darwis kembali mengingatkan kepada masyarakat bahwa virus itu bukan fiksi. Ini semua adalah nyata.

“Jadi jangan lelah, jangan lengah dan jangan pasrah Isolasi Mandiri (diri) (ISMAN) yang taat penuh rasa tanggung jawab, walaupun masih ada masyarakat kita yang belum yakin adanya Covid-19, lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi semua,” tutupnya. (*)

(Mahmud Rahim/Satgas Covid19 Barru)

Komentar