oleh

Sepesialis Curanmor Bersenpi di Mojokerto di Tembak Mati

MOJOKERTO, Refortase.com – Aparat Kepolisian dari Polres Mojokerto terpaksa menembak mati spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Suyanto Alias Yanto (39).

Pelaku ditembak dengan timah panas saat berusaha melawan usai dilakukan penangkapan. Rabu (3/6/2020) sekira pukul 22.30 WIB.

“Sesuai dengan aturan, karena membahayakan nyawa petugas maupun masyarakat, kita berikan tindakan tegas dan terukur,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Feby Hutagalung, dalam konferensi pers, Senin (8/6/2020).

Dalam penangkapan ini, petugas mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis revolfer warna silver crom, 5 butir amunisi kaliber 9 mm milik Yanto, rekaman CCTV aksi pencurian, tiga unit sepeda motor, serta handphone.

Suyanto, kata Kapolres, merupakan spesialis curanmor yang sudah beraksi diberbagai lokasi. Terakhir, dia bersama komplotannya melakukan aksi mencuri sepeda motor yang diparkir di depan sebuah warung di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Selain menembak mati Suyanto, petugas juga mengamankan dua orang komplotannya, yakni Eko Hawono (38), warga asal Dusun Bendungan, Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Dalam aksinya Eko bertugas sebagai eksekutor.

Sementara satu tersangka lain yakni Muhammad Rifa’i warga Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Pria paruh baya berusia 50 tahun ini bertugas sebagai penadah barang curian dan bagian pemasaran.

Kapolres menuturkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, selama ini Yanto dan komplotannya selalu beraksi pada malam hari. Saat para korbannya tengah lelap tertidur. Hal itu diperkuat dengan rekaman CCTV di lokasi pencurian yang selama ini menjadi sasaran pencurian.

“Pelaku selalu memanfaatkan kelengahan korban. Jadi saat korbannya tengah tertidur, para pelaku ini mencuri motor korbannya denan menggunakan kunci T. Aksi mereka cukup cepat dan hanya hitungan detik saja,” terang Kapolres.

Saat ini, petugas kepolisan masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lain. Sebab berdasarkan keterangan Eko, ada beberapa orang lain yang terlibat dalam komplotan curanmor yang digawangi Yanto ini. Karena mereka bekerja selalu berkelompok.

“Masih ada dua orang lainnya yang dalam pengejaran. Identitasnya sudah kami kantongi, inisialnya MDN dan YN. Sekarang masih kita kejar,” tandas Kapolres

Komentar