oleh

Tunggakan Pelanggang PDAM wajo Capai Rp 2 M Lebih

WAJO, Refortase.com – Pihak perusahaan daerah air minum (PDAM) Kabupaten Wajo mengklaim tunggakan pelanggang hingga saat ini capai angka Rp 2,1 Milliar lebih dari angka sebelumnya tembus Rp 3,2 milliar lebih.

Hal tersbeut diungkapkan lansung Direktur PDAM Wajo, Andi Dedhy Ahmad Iqbal melalui pesan releas resminya ke awak media.Andi Dedhy mengatakan kalau sejauh ini sudah ada penurunan jumlah tunggakan PDAM Wajo dari sebelumnya Rp 3 milliar lebih menjadi Rp 2,1 Milliar lebih.

Namun dirinya tidak terlalu merincikan jumlah pelanggang yang melakukan tunggakan dan begitu juga soal rata rata tunggakan/pelanggang dan termasuk jumlah sambungan yang dimaksud serta total jumlah yang telah dilakukan pemutusan sambungan pelanggang PDAM.Katanya dalam sebuah pesan releas.

Tak hanya itu Direktur PDAM yang belum lama menjabat ini mengungkapkan kalau Tahun 201 ini, kami break ikut program MBR krn idal capacity sudah tidak memungkinkan lagi dengan kapasitas mesin produksi dan tahun ini kami fokus untuk membenahi infrastruktur.

Kami berencana ikut lagi program MBR di tahun 2022 setelah kondisi di lapangan (Infrastruktur) kembali membaik.”Bagi saya untuk sementara pdam tidak perlu dulu menjadi perusahaan profit oriented, biarkan berfungsi sosial. Air lancar mengalir setiap hari”.Sambungnya

Alhamdulillah sejauh ini sejak dia jabat selaku Direktur, itu ada progres. Tim teknis dan distribusi setiap hari melakukan pembenahan,mendeteksi setiap masalah dilapangan dan melakukan maintenance jalur² distribusi, salah satu adalah Grand Hill 3 yang dulunya sangat susah mendapatkan pelayanan air bersih, sekarang tidak lagi mengalami kondisi tersebut. Jdwal pendistribusian telah lancar 90%, dan jika ada masalah dengan pendistribusian, penyebabnya ada pada jaringan.Biasanya kalau kondisi seperti itu, masalahnya ada pada pipa pelanggan yang masuk kerumah.

Dan apabila kalau ada komplain tau keluhan seperti tersebut diatas,di harap disertakan nama dan alamat yang jelas agar tim distribusi segera ke rumah pelanggan yang bersangkutan untuk diperbaiki.

Untuk saat ini jika dibandingkan dengan jumlah total pelanggang PDAM 18.500 lebih, itu dianggap sudah tidak seimbang dengan kapasitas produksi air yang hanya 250 liter/detik. Padahal itu untuk melayani sekitar 8 kecamatan yakni Kecamatan Tempe, Sabbangparu, Pammana, Bola, Tanasitolo, Pitumpanua, Keera, dan Belawa.

“Nah ini yang perlu sekarang kita tingkatkan produksinya agar bisa terwujud dan bisa seimbang serta dapat mengalir 24 jam nonstop. Ideal kalau sudah capai 450 liter/detik,” terang Dedhy.

Namun diakuinya, membutuhkan anggaran besar untuk merealisasikan hal tersebut. Karena itu, dia akan mengusulkan ke pusat untuk mendapatkan bantuan dana hibah melalui Kementerian PUPR.

“Kita akan coba usulkan dan maksimalkan untuk tiga IKK masuk wilayah kota yaitu IKK Tempe, Pammana, dan Tanasitolo. Itu dengan estimasi sekitar kurang lebih Rp20 milliar. Jika terwujud kami dapat pastikan dan menjamin ketersediaan dalam kota secara 24 jam nonstop,” tandasnya.

Penulis : Erwin
Editor : Adhy

Komentar