oleh

Warga Bekasi Tertipu Arisan-Investasi Online Tanpa Riba

Bekasi – Seorang warga Bekasi, Elsha Gusmelinda (26) mengaku tertipu program arisan dan investasi online tanpa riba di media sosial. Elsha melaporkan kasus dugaan penipuan itu ke Polres Metro Bekasi Kota.

Laporan Elsha tertuang dalam LP/2799/K/XI/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota pada tanggal 12 November 2019. Polisi masih akan menyelidiki kasus itu.

“Masih didalami,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, di kantornya, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (13/11/2019).

Elsha mengaku tak pernah bertemu dengan sesama member ataupun admin arisan. Dia tergiur karena agen arisan dan investasi online itu menawarkan program tanpa riba.

“Penipuanya berupa arisan dan investasi. Arisanya juga macem-macem ada yang arisan uang, terus mobil tanpa riba, motor tanpa riba, sama rumah tanpa riba dan uang tanpa riba ya karena tidak seperti pada umumnya ya dengan administrasi potongan, denda, kalau ini tidak. Meski kita terlambat 2-3 hari sampai seminggu ya kita nggak pakai denda, terus nggak ada potongan,” ujar Elsha ketika dihubungi detikcom, Rabu (13/11/2019).

Elsha mengatakan ia mengikuti arisan dan investasi online tanpa riba di media sosial sejak 2017. Saat itu, ia rutin membayar iuran setiap bulan. Pada Agustus 2018, Ia mendapatkan uang arisannya sebesar Rp 10 juta.

Karena tergiur, Elsha kembali mengikuti arisan online dengan setoran Rp 2,5 juta per bulannya pada September 2018. Uang arisan itu akan dikirim secara terjadwal oleh sang admin. Artinya, ia akan mendapatkan Rp 75 juta pada bulan yang telah ditentukan admin agen arisan.

“(Jadwal mendapatkan uang arisan) Maret 2019,” ujar Elsha.

“Saya (seharusnya) dapat arisan itu, kok (sampai sekarang) nggak ada kabar, mana nih uang saya yang harusnya dapat 75 juta kok nggak dapat,” lanjutnya.

Hingga kini Elsha belum menerima uang arisannya. Grup arisan online, sebut Elsha, juga sudah tidak aktif merekap uang yang ditransfer sejak Maret 2019.

Elsha menyebut ada ribuan orang lainya yang menjadi korban arisan dan investasi online tanpa riba itu. Namun, kebanyakan dari mereka belum berani melaporkannya ke polisi.

“Ada yang (rugi) Rp 93 juta, ada yang (rugi) Rp 157 juta, itu orangnya di Jawa, tapi dia nggak mau komentar, ya artinya dia pengen ikhlasin aja,” ujar Elsha.

Elsha mengklaim terlapor telah meraup keuntungan hingga ratusan juta. Menurut Elsha, pemilik grup arisan itu berdomisili di Payakumbuh, Sumatera Barat.

Komentar